Empowering Yourself With Entrepreneurship

Another inspiring topics to be discussed..

Empowering Yourself With Entrepreneurship

Spandukseminar ini menarik perhatianku sewaktu aku berjalan menuju gedung B. Karena sudah telat 10 menit dan vivi panggil aku untuk bergegas berjalan menuju kelas, aku pun mengurungkan niatku untuk membaca spanduk itu dengan lebih detail. Di kelas aku baru mengetahui lebih detail melalui Arman. Yang paling menarik adalah “gratis”. haha.. Dasar mahasiswa, apapun dengan embel-embel gratis pasti diserbu habis. Jadilah aku, andhika, petrus, dan halim memutuskan untuk menghadiri seminar tersebut. Ternyata sudah banyak anak-anak TI yang lain serta Ibu Linasani.

Seminar ini dibagi menjadi 3 bagian, sesuai dengan pembicaranya yaitu :

1. H. Wahyu Saidi – si tukang bakmi

2. Irwan Setyawan – si tukang koran

3. Gatut Cahyadi – si tukang “roti menjepit daging” alis tukang burger

Sebagai pembuka, Pak Wahyu membagikan pengalamannya membuka bisnis restoran-restorannya. Penjelasannya yang lugas dan pemilihan kata-kata yang tepat membuat kami semua terjaga. Terkadang ikut tertawa mendengar kalimat-kalimatnya yang sedikit konyol. Dengan latar belakang pendidikan yang baik serta pengalamannya.

Beliau mulai membagikan langkah-langkah kerja nyatanya sewaktu ingin mencari peluang bisnis tersebut. Pertama kita harus memiliki sikap BERANI BERSAING dimana kita harus berani melangkah, mengambil tindakan untuk memulai. Dia memulai melihat peluang pasar adalah makanan. Dari sekian banyak jenis makanan, akhirnya beliau memilih untuk berdagang bakmi. Setelah itu BERPIKIR KREATIF yang sesekali didukung dengan usaha mencontek (tidak dibenarkan sewaktu kuliah ya, hehe). Bakmi yang paling terkenal adalah Bakmi GM. Bakmi GM memiliki cita rasa yang unik dan semua orang menyukainya. Untuk itu beliau memutar otak untuk mencari resep Bakmi GM caranya dengan mencari koki-koki yang pernah bekerja di Bakmi GM selama lebih dari 10 tahun. Mengapa demikian? Bakmi GM tidak pernah memberikan resepnya kepada para koki, tetapi dengan pengalaman kerja selama puluhan tahun itulah yang membuat para koki tersebut mengetahui dengan pasti rasa Bakmi GM. Akhirnya beliau berhasil membeli resep Bakmi senilai 3 juta rupiah. Setelah daya kreativitas kita diuji, kita jg dipaksa untuk MENCIPTAKAN PRODUK, lebih baik bila produk-produk tersebut memiliki NILAI TAMBAH tersendiri. Intinya persepsi kita berbisnis adalah mendapatkan keuntungan. Selain keempat sikap yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha tadi, ada 3 huruf kunci yaitu ATM (baca : amati, tiru lalu modifikasi –red).

Setelah itu Bapak Irwan membuka cakrawala berbisnis kita lebih luas lagi, yaitu dengan cara yang sebenarnya cukup mudah yaitu menjadi agen koran. Agen koran adalah tempat dimana kita bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar tanpa memerlukan biaya dan kemampuan yang cukup besar. Yang pasti kita harus menaklukan diri kita sendiri dari rasa malas, tidak percaya diri, takut gagal, tidak mau belajar, bingung, dan yang paling parah adalah bila kita tidak pernah memulai. Rasa takut terhadap apapun harus dikalahkan dengan cara melakukan apa yang kita takuti itu (dalam hal positif ya, bukan berarti kita takut terjerat narkoba lantas kita memakai narkoba. Itu sama saja dengan melakukan hal bodoh).

Selanjutnya Bapak Gatut Cahyadi mengajak kita berpikir menjadi seorang entrepreneur yang tidak pernah terikat oleh waktu, karena uang akan dengan sendirinya mengalir ke dalam kantong kita tanpa harus bekerja. Lagi-lagi kreativitas sangat dibutuhkan dalam hal ini. Kreativitas kita dapatkan dengan kerja keras, bukan dengan sikap pasrah, santai bahkan cenderung menyerah. Kita harus memikirkan system yang kita ciptakan tersebut, setelah system tersebut jadi, kita hanya tinggal memetik buah jerih payah kita sebelumnya.

Akhirnya seminar ini berakhir dengan pembagian hadiah serta doorprize. Seminar ini terlaksana atas kerjasama CDAC dan Indo Pos (selaku penyelenggara roadshow seminar ini)… Kemungkinan karena minimnya publikasi, peserta yang hadir kurang begitu banyak. Padahal ada dua orang dosen mata kuliah Entrepreneurship dari Business School yang mengharuskan mahasiswanya mengikuti seminar ini. Ibu Linasani pun meniadakan kuliah TQM dan Seminar hari ini supaya kita dapat hadir dalam seminar ini. Semoga apa yang didapat dari seminar ini bisa diterapkan pada saat kita sudah lulus nanti!!

Tetap semangat!!!

dhi

Advertisements

One thought on “Empowering Yourself With Entrepreneurship

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s