my principles of life

Selama bernapas di dunia ini sejak dua puluh satu tahun yang lalu, ada beberapa hal yang membuat gw tetap ada sampai hari ini. Gw akan share beberapa (dan akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya umur gw seharusnya).

Yang pertama adalah hormat kepada orang tua. Orang tua adalah kepanjangan tangan Tuhan di dunia ini. Apapun yang orang tua bilang itu pasti ada dasarnya. Terutama mama, feeling seorang ibu itu sangat kuat dan gw sangat bangga punya seorang mama yang luar biasa hebat. Hebat disini adalah bagaimana dia menyayangi gw, mengajar gw tentang kehidupan, gak ada capek-capeknya ngomong berbagai hal yang dia dapat dari universitas kehidupan, marahin gw pada saat gw salah (marah adalah tanda dia masih care menurut gw, kalau dia udah cuek itu baru gawat), khawatir pada saat gw pergi jauh, percaya dan mendukung pilihan-pilihan yang gw buat. Begitu juga dengan papa. Sosok yang satu ini lebih banyak diam tetapi keberadaannya mempunyai dampak yang sangat besar dalam hidup gw. Sekalinya dia angkat bicara, apapun yang dia bilang itu pasti kena ke hati dan gw ingat baik-baik. Gw ada sampai hari ini salah satunya karena gw mencerna dengan baik kata-katanya yang bijaksana.

Yang kedua adalah menjaga emosi pada titik nol. Nah lho, apaan tuh? Kita hidup pasti pernah merasakan yang namanya sedih dan senang, pada saat berada di titik teratas juga pernah berada di titik terendah, dan segala kondisi yang mempunyai lawan satu sama lain (baik-buruk, terang-gelap, dkk). Pasti pernah dalam satu hari ada berita yang sangat menggembirakan tapi di hari itu juga kita terima berita yang menyedihkan. Anggap saja ada skala dari -10 sampai 10. Skala -10 sampai -1 adalah kondisi dimana kita sedih sedangkan 1-10 adalah kondisi kita senang. Dari kasus yang tadi, senangnya skala 10 sedangkan sedihnya skala -7. Dari 10 sampai ke -7 itu ada 17 langkah kan? bayangkan kondisi emosi yang harus bergerak secepat dan sedrastis itu. Lain hal nya bila kita senang namun sesegera mungkin dikembalikan ke angka 0, pada saat sedih maka kondisi emosional kita turun 7 langkah. 7 vs 17 langkah? pilih yang mana? Bukan berarti gak boleh senang atau gak boleh sedih, BOLEH banget. Bukan manusia namanya kalau gak punya emosi, tapi itu robot. Tapi kita harus bisa mengatur kondisi emosi kita sendiri. Intinya si balance. hehe

Yang ketiga adalah katakan ‘ya’ untuk hal-hal positif. Berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa orang teman, hal ini ada benarnya. Lebih baik mencoba daripada tidak sama sekali bukan? Salah satu pengalaman ‘ya’ yang berdampak besar terhadap hidup gw sekarang adalah aktif di koran kampus sebagai reporter. Dari reporter itulah gw mengenal dosen yang pada akhirnya mengenalkan gw dengan fotografi, dosen itu pula yang menawarkan gw untuk ikut workshop di GFJA. Dan pada akhirnya gw menemukan suatu kegiatan yang gw nikmati, fotografi.

Yang keempat adalah berani belajar sesuatu yang baru. Berada dalam kondisi baru, lingkungan yang baru, orang-orang yang tidak dikenal itu memang sangat tidak nyaman. Tapi jangan pernah takut untuk memulai sesuatu yang baru. Apapun dalam hidup kita pasti dimulai dari suatu langkah kecil. Untuk menjadi pelari marathon pun, pasti ada langkah pertama untuk menempuh perjalanan 42.195 km tersebut.

Yang kelima adalah bekerja dalam kondisi apapun (jangan sesuai dengan mood). Dulu gw sering bilang, ‘gak mood ah ngerjain tugas, enaknya nanti malem kalau perut udah kenyang’. Ke laut lah gw kalo ngomong gitu terus, tugas bisa gak selesai-selesai. Untuk belajar ngerjain tugas dalam kondisi apapun juga susah, sampai sekarang pun gw terus berjuang untuk terus konsisten. Kecuali kalau lagi sakit, itu bener-bener gak bisa ditolerir lagi deh.

Sementara lima dulu.. 170209

Advertisements

3 thoughts on “my principles of life

  1. ke laut aje x…. hahaha…. keren audi….. mantabh gan

    Yang pertama itu budaya orang-orang Timur…. ga peduli mao agama apapun… di Cina aja yang seringnya ‘tidak beragama’ itu aja selalu menghormati orang tua. Bahkan ampe menghormati leluhur. Kristen sendiri yang berasal dari (kalo ga salah) timur tengah itu juga mengajarkan hormati orang tua

    Maka itu, dalam hal ini kebudayaan Barat kurang ajar….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s