Mengapa oh mengapa

Di suatu siang yang sekilas sama seperti siang-siang lainnya, saya duduk di taman UPH bersama salah satu temanku. Jatidirinya tak perlu diungkapkan dan aku berharap dirinya pun setuju dengan saya. Yang jelas dia adalah seorang wanita.

Pada saat itu entah mengapa kami saling curhat tentang hubungan. Mungkin karena saya sangat bahagia dengan kondisi saya sekarang ini. Kami saling bertukar cerita tentang suka duka membina suatu hubungan. Dari cerita-cerita itu, muncullah pertanyaan, “Mengapa seringkali kita dipertemukan dengan orang yang salah?”, “Mengapa kita (wanita) cenderung menyukai laki-laki yang urakan?”, dan banyak mengapa yang lainnya.

Bagi seorang wanita, hubungan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupannya. Dalam buku “Why men don’t listen & Women can’t read maps”, Allan dan Barbara Pease menjelaskan bahwa wanita membutuhkan hubungan yang kuat sedangkan pria membutuhkan kariernya. Bila ada masalah dalam hubungannya, sang wanita akan hancur untuk segala aspek kehidupannya. Tetapi bila pria tidak sukses dalam pekerjaannya, maka dia tidak akan bisa membina hubungan dengan baik. Suatu hal yang membuka pola pikir saya sebenarnya. Kembali lagi ke masalah hubungan, akhirnya kami mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan mengapa tadi.

Mengapa yang pertama. “Mengapa wanita cenderung untuk menyukai laki-laki yang urakan?”. Jawabannya menurut saya cukup mudah. Karena wanita cenderung untuk menjadi “problem fixer” atau penyelesai masalah. Dalam benak seorang wanita akan timbul pernyataan seperti ini, “Kalau saya sayang dia, dia pasti akan berubah”. Tak usah dipungkiri, banyak wanita yang pernah merasakan hal ini. Tetapi kita harus tegas pada diri kita sendiri. Kita harus menilik hati kita, apakah kita yakin menyayangi orang itu secara tulus padahal kita mau ada suatu perubahan besar dalam dirinya? Menurut aku, itu adalah hal yang mustahil. Perubahan itu harus datang dari diri kita sendiri. Memang ada faktor-faktor eksternal yang mendorong perubahan itu untuk terjadi, tetapi pemicunya adalah niat dari diri orang itu sendiri.

Lantas bagaimana bila kita bertemu dengan pria seperti itu? Hal yang paling bijak adalah menjaga jarak dengannya. Mengapa? Pada saat orang membutuhkan bantuan, tidak baik bila kita tidak membantunya bukan. Tetapi kita mengetahui dengan pasti kalau kita tidak akan bisa hidup dengan orang seperti itu. Biarlah kita hanya menjadi alat untuk membantu proses perubahan dirinya untuk menjadi lebih baik. Bukan kita yang mendapatkan buahnya, tetapi orang lain yang memang dipersiapkan untuk dirinya.

Ini ada hubungannya dengan mengapa yang kedua. “Mengapa kita dipertemukan dengan orang yang salah sebelum kita bertemu dengan orang yang tepat?” Pada dasarnya, hidup adalah suatu proses yang tak pernah berhenti. Kita akan terus belajar, mengajar, menerima, memberi, mendapatkan, kehilangan, dan berbagai hal yang saling bertolak belakang. Lantas bertemu dengan orang-orang yang salah adalah bagian dari proses pendewasaan diri kita. Mungkin kita kesal, sebal dengan orang-orang itu. Tetapi percayalah, suatu saat kita akan berterima kasih kepada mereka. Sekecil apapun kontribusi mereka sebagai alat yang membantu perubahan diri kita, mereka patut dihargai. Sesakit apapun perasaan kita, kita harus menghargai saat-saat itu. Biarkanlah hal-hal yang sudah berlalu di belakang hanya menjadi bagian dari sejarah diri kita dan terus menyongsong perubahan-perubahan yang akan terjadi selanjutnya.

Ingat sekali lagi, perubahan itu harus datang dari diri kita sendiri. Kita tidak pernah punya kuasa untuk mengubah orang lain. Baik itu teman, sahabat, pacar, saudara bahkan orang tua kita. Bila kita tetap percaya bahwa kita dapat mengubah orang itu, yang kita dapatkan hanyalah kekecewaan demi kekecewaan.

-dhi- 310708

ps : gw nulis ini dah dari taun lalu, tapi baru di publish skrg. mengapa? karena gw baru iseng liat2 blog gw lagi.. ternyata masih ada yang belum di publish.. hehehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s