Nasi Rames

Berawal dari keinginan menjemput USB yang ada di Ibu Weni akhirnya berujung membawa pulang sebungkus nasi rames lengkap dengan kerupuknya. Memang dari rumah sudah bercita-cita membeli nasi rames itu sih.

Ada pepatah “don’t judge a book by its cover”, dengan pepatah yang direvisi “don’t judge the taste by its look”. Melihat foto diatas, nasi rames itu terkesan biasa-biasa saja kan? Tapi rasanya luar biasa nikmat (setidaknya buat diriku sendiri). Mungkin karena ada cerita di balik memakan nasi rames.

Jalan ke kantin ramai-ramai, makan nasi rames atau nasi goreng sambil bersenda gurau, keramahan si Ibu yang sabar meladeni permintaan kita yang kadang suka ajaib (contoh: jangan pake tempe nya bu atau sambel nya yang banyak ya bu), keramaian kantin pada saat istirahat, meja dan kursi kantin yang terlihat ala kadarnya. Tapi itu semua yang membuat nasi rames dan nasi goreng itu lebih nikmat.

Banyak hal yang terlupa dari masa-masa SMP itu, tapi beberapa kenangan masa-masa SMP masih teringat, dan yang teringat jelas adalah lezatnya nasi rames! (mungkin juga karena itu satu-satunya makanan berat di kantin SD2) Hahaha..

Advertisements

3 thoughts on “Nasi Rames

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s