Relativity theory, my version

Bertahun yang lalu saat duduk di bangku SMA, tentu kita akan mendapatkan pelajaran Fisika sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Salah satu sosok besar di dunia Fisika adalah Albert Einstein. Asosiasi Einstein terpatri dengan jelas dalam benak saya, salah satu sebabnya dan sebab yang terkuat adalah foto Einstein yang sedang menjulurkan lidahnya dengan ukuran yang cukup besar di ruang laboratorium fisika. Asosiasi lainnya adalah saya memiliki seorang sahabat bernama Albert. Lalu apa yang saya ingat tentang Albert Einstein?

Teori Relativitas. Teori ini adalah teori yang sangat menarik menurut saya. Dua orang pengamat yang bergerak yang mengamati hal yang sama bisa mendapatkan hasil yang berbeda. Teori ini menurut saya dapat menjelaskan secara matematis akan sudut pandang orang dalam menilai suatu hal. Saya bukan pakar fisika, tapi saya merasakan sudut pandang yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah contoh yang saya anggap paling mudah untuk kita visualisasikan dalam benak kita masing-masing.

Bayangkanlah seseorang yang Anda sayangi harus pergi selama 20 hari. Kondisi pertama : Anda pun sibuk akan kegiatan Anda sendiri selama 15 hari lalu 5 hari terakhir Anda tidak memiliki kesibukan apapun. Kondisi kedua : Anda sibuk selama 5 hari pertama lalu sisanya Anda tidak memiliki kesibukan apapun. Apa yang akan Anda rasakan?

Rata-rata orang akan merasakan waktu berjalan jauh lebih cepat pada saat Anda sibuk dan merasa waktu berjalan bak siput sewaktu Anda senggang. Berarti pada kondisi pertama, selama 15 hari pertama kemungkinan Anda tidak merasa waktu berjalan sangat cepat. Bahkan seakan-akan Anda hanya menunggu kepergian orang yang Anda sayangi selama 5 hari saja. Dan pada kondisi kedua, Anda akan menanti-nanti orang yang Anda sayangi untuk pulang selama 15 hari tersebut bak menunggu bertahun-tahun.

Pernahkah merasakan hal seperti itu? Dalam kondisi seperti apa?

Advertisements

10 thoughts on “Relativity theory, my version

  1. why 15 and 5 ? make it 20 busy days 🙂
    depend on how much do you love that person, i feel its just the same, 20 days without person you love is just hmm…
    i hate waiting..

    • kan mau buat perbedaannya.. or i may say “20 busy days vs. 20 waiting days”? just take your pick, hehehe..
      i prefer to have 20 busy days too!
      in several cases, we have to wait patiently esp for the person we love..

      • Nice question, it also makes me thinking.. haha
        hmm, what if i don’t have enough patience?
        the worst case scenario, i’m going to be an annoying person by asking ‘when will you come back?’. but i found that scenario is not the best action.
        the better scenario, i’m going to contact the person and asking where he/she is. having a nice, even the conversation is short, it is worthy and i’ll wait patiently.
        the best scenario, whenever i know i’m going to be impatience, i’ll make sure that i’ll keep my mind busy.. or i might get bored easily

    • sometimes our cellphone is not working. that’s why we need to let the one who is waiting for us know exactly what we’re doing and where before they cannot reach us due to the bad signal or run out of battery or any other technical problems, 🙂
      but i am agree with u, simple sms heals!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s