H-1

Kita hidup di masa “saat ini”, tapi sesekali melihat “masa lalu” itu juga perlu. Perlu dilakukan secara berkala untuk melihat sudah sejauh mana kita berjalan. Kali ini aku melihat ke masa-masa awal kuliah.

Pertama kali aku melihat mereka adalah H-1 Ospekti mahasiswa baru UPH, empat setengah tahun yang lalu. Masih terbayang muka-muka pertama kali kenal. Pertanyaannya berkisar mulai dari dari sekolah mana? Jurusan apa? Lalu berkembang ke bagaimana besok kita akan ke kampus? Yang menarik kita semua berbeda jurusan.

Ospekti berjalan dengan baik, masa-masa kuliah dimulai dengan bangun pagi-pagi, saling membangunkan dan pergi ke kampus bareng-bareng, belanja ke Hypermart barengan, pusing makan apa barengan, sampai pesen katering yang sama untuk beberapa waktu yang cukup lama.  Masih ingat dengan jelas ‘prakarya’ nya Elsa yang berserakan di meja makan dan ruang tengah. Seakan-akan dia menjadi subyek utama tontonan kami sekost dengan tugas-tugas uniknya. Silvi yang bawel dan cerewet, kalau dia belum pulang kost sepi. Jeje yang tergila-gila dengan segala hal yang berbau Korea, mulai dari film, lagu, artis-artisnya, sampai keinginan untuk migrasi ke Korea. Sitta yang ceplas ceplos dan sering jadi sparring partner Silvi untuk ngobrol. Tak lama kemudian bergabunglah Ci Maria. Suatu hari kita semua lagi ketawa ketiwi di ruang tengah, trus Ci Maria keluar sambil memicingkan mata karena silau lalu bilang “please jangan terlalu ribut dong, gw pengen tidur”. 😀 tapi setelah kejadian itu kita malah jadi semakin deket sama Ci Maria.

Kembali ke beberapa tahun setelah pertemuan pertama itu, banyak hal yang berubah. Hidup kita memang dinamis, selalu ada perubahan (ke arah yang positif seharusnya), dan akan terus selalu bergerak dan berubah. Elsa pindah ke rumahnya sendiri, jadi akhirnya ketemu kalo janjian lunch or dinner bareng atau pas kita main ke rumahnya. Ci Maria pindah ke Singapore. Ci Maria married. Silvi lulus paling pertama, gak lama setelah itu dia ke Beijing. Elsa sama Jeje menyusul untuk wisuda. Ci Maria for good, lalu back and fro here and there. Elsa dapat kerjaan, Jeje akan segera menyusul Silvi ke Beijing.

H-1 lagi sekarang, tapi untuk Jeje. Besok dia akan pergi ke negeri tirai bambu untuk menimba ilmu. Sekarang sih gak terlalu kehilangan, karena sosoknya masih berada di Jakarta, Indonesia. Walaupun berjauhan pun kita berkomunikasi lewat groups di messenger. Malam ini sepertinya akan dihabiskan dengan memaksimalkan chat di groups sebelum akhirnya yang aktif berkurang satu. 😦

Oh, it’s really hard to say goodbye. Live long and prosper Je, please take care of yourself. Mind your food, stay away from high cholesterols foods. Drink a lot of tea especially hot tea. I guess I have to stop before I whining about your foods.

Will see what happen in the next one or two years, what are we doing at that time. Remind me to reread this note.

Advertisements

One thought on “H-1

  1. memang begitulah, bagian terberat dari sebuah pertemuan, bahwa kita sadar, akan ada perpisahan. either sementara atau selamanya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s