BARAKA (1992)

Beberapa hari yang lalu seorang teman tiba-tiba jadi “gila” gara-gara BARAKA. Dia terus-terusan bilang, “gila dhi, ini gila, gila, gila. Gw bisa gila nih”.

Apa sih BARAKA? Baraka adalah film dokumenter yang disutradarai oleh Ron Fricke. Film yang syutingnya dilakukan di 24 negara ini sangat unik. Keunikannya terletak pada ketiadaan plot namun mengungkapkan pesan yang mendalam. Fricke berhasil mengemas keberagaman menjadi satu paket yang utuh yang tak terpisahkan. Pernah terlintaskah dalam benak kalian apa arti BARAKA?

Baraka menurut bahasa Arab, artinya adalah “blessing” atau berkat. Makna yang lebih dalam lagi menyebutkan, Baraka adalah proteksi yang diberikan dari Tuhan kepada manusia.

Berakhah adalah kosakata Yahudi untuk Baraka; orang Kristiani percaya Baraka adalah kharisma atau anugerah dari Tuhan; sedangkan para Sufi juga percaya bahwa Baraka adalah kharisma atau mereka sebut lebih lanjut sebagai keberadaan Tuhan; orang Islam percaya Tuhan akan memberikan Barakah bila kita menaikkan doa-doa, berkelakuan baik, dan mengaku dosa; dalam bahasa Perancis, artinya keberuntungan.

Dilihat dari arti kata Baraka itu sendiri, Baraka adalah berkat bagi semua orang, tidak peduli warna kulit, ras, suku, agama, atau golongan apapun. Semua orang berhak memiliki berkat yang sudah disediakan Tuhan bagi kita.

Film ini bisa dianggap sebagai salah satu film yang bisa mencelikkan mata kita. Dimulai dari keajaiban yang diberikan alam bagi kita, berarti secara tidak langsung Tuhan lah yang membuat alam tersebut untuk kita nikmati, pakai, olah, dan lestarikan. Tuhan juga memberikan akal budi kepada manusia untuk membangun sebuah kebudayaan yang unik, terlihat dari bangunan yang dibuat seperti candi, tempat-tempat pemujaan Tuhan, tari-tarian, mengolah tanah sehingga menghasilkan bahan pangan. Manusia menyatakan rasa bersyukurnya dengan caranya masing-masing, munculah agama sebagai sarana berkomunikasi dengan Tuhan. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia, keberadaan teknologi semakin lama menjadi ‘perusak’ bagi alam itu sendiri. Bangunan-bangunan padat, kepadatan penduduk, pekerjaan yang membuat manusia seperti robot pencetak uang, manusia yang semakin jauh dengan alam, merusak alam demi mendapatkan keuntungan materiil, perang, pembantaian massal, lalu kehilangan jati dirinya sebagai manusia. Lama kelamaan, manusia merasa hampa, merasa ada sesuatu yang hilang. Agama kembali muncul sebagai mediator untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik. Agama apapun, dengan segala tata cara dan ritualnya masing-masing, berusaha mendekatkan diri dengan Pencipta.

Apapun yang telah terjadi sampai detik ini adalah sebuah catatan sejarah yang tidak bisa kita ubah. Tetapi kita masih bisa meronce hari-hari di masa yang akan datang. Kedekatan diri kita dengan alam mungkin bisa menjadi refleksi diri kedekatan diri kita dengan Tuhan. Perlakuan kita terhadap alam, menjadi tolak ukur ungkapan rasa syukur kita kepada Pencipta kita. Sudah seharusnya manusia menjaga dan melestarikan alam yang Tuhan berikan. Sudah seharusnya kita menghormati sesama umat manusia, tanpa melihat SARA,  karena pada dasarnya, semua manusia adalah sama. Perbedaan cara bersyukur tidak menjadi masalah yang perlu diperdebatkan karena pada akhirnya kita menyembah Tuhan, Pencipta manusia yang sama.

Berbeda itu indah, namun perbedaan itu pula yang menyatukan kita untuk bersyukur dengan cara yang beranekaragam.

Berikut beberapa tips menonton BARAKA :

  1. Cari waktu 2.5 jam sampai 3 jam sebelum jam tidur.
  2. Matikan segala koneksi internet, jauhkan hp dari genggaman tangan, dan hal-hal lain yang bisa mengganggu konsentrasi menonton.
  3. Kondisikan ruangan nonton itu tenang sehingga music score nya terdengar jelas dan benar-benar bisa dihayati. Pakai sound system yang bagus akan jauh lebih baik.
  4. Kalau penasaran dengan lokasi syutingnya, coba buka http://www.spiritofbaraka.com/baraka (I strongly recommend you to open this website, only after you watch the whole movie).
Advertisements

One thought on “BARAKA (1992)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s