Audi’s Blog

My experiences, my thoughts, and my ideas..

Bahagia January 21, 2010

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 4:32 pm

Seorang sahabat bertanya tentang perasaan dan pada akhirnya disimpulkan bahwa hampir tidak ada perasaan yang pasti. Tidak pasti disini berarti tidak ada perasaan yang mutlak benar. Dalam pengembilan keputusan, perasaan ini harus diimbangi dengan logika.

Sore ini perasaan kangen muncul. Jadi teringat seseorang pernah mengatakan, “if you miss someone, you should be happy”. Waktu itu kalimat itu tidak dapat dimengerti. Kangen dan senang apa hubungannya? Pada waktu itu pun konsep kangen yang terpatri dalam benak adalah “kangen akan terpenuhi pada saat kita sudah bertemu dengan orang yang dikangeni”.

Butuh waktu yang cukup lama untuk menyadari bahwa perkataan tersebut ada benarnya. Kangen itu seharusnya menimbulkan rasa bahagia. Bahagia karena kita memiliki orang untuk dikangeni, bahagia menanti kebersamaan dengan orang itu lagi, dan beberapa alasan lain yang bisa membuat kita bahagia.

Ps: aku kangen dan bahagia :)

 

Relativity theory, my version December 27, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 5:40 pm

Bertahun yang lalu saat duduk di bangku SMA, tentu kita akan mendapatkan pelajaran Fisika sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Salah satu sosok besar di dunia Fisika adalah Albert Einstein. Asosiasi Einstein terpatri dengan jelas dalam benak saya, salah satu sebabnya dan sebab yang terkuat adalah foto Einstein yang sedang menjulurkan lidahnya dengan ukuran yang cukup besar di ruang laboratorium fisika. Asosiasi lainnya adalah saya memiliki seorang sahabat bernama Albert. Lalu apa yang saya ingat tentang Albert Einstein?

Teori Relativitas. Teori ini adalah teori yang sangat menarik menurut saya. Dua orang pengamat yang bergerak yang mengamati hal yang sama bisa mendapatkan hasil yang berbeda. Teori ini menurut saya dapat menjelaskan secara matematis akan sudut pandang orang dalam menilai suatu hal. Saya bukan pakar fisika, tapi saya merasakan sudut pandang yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah contoh yang saya anggap paling mudah untuk kita visualisasikan dalam benak kita masing-masing.

Bayangkanlah seseorang yang Anda sayangi harus pergi selama 20 hari. Kondisi pertama : Anda pun sibuk akan kegiatan Anda sendiri selama 15 hari lalu 5 hari terakhir Anda tidak memiliki kesibukan apapun. Kondisi kedua : Anda sibuk selama 5 hari pertama lalu sisanya Anda tidak memiliki kesibukan apapun. Apa yang akan Anda rasakan?

Rata-rata orang akan merasakan waktu berjalan jauh lebih cepat pada saat Anda sibuk dan merasa waktu berjalan bak siput sewaktu Anda senggang. Berarti pada kondisi pertama, selama 15 hari pertama kemungkinan Anda tidak merasa waktu berjalan sangat cepat. Bahkan seakan-akan Anda hanya menunggu kepergian orang yang Anda sayangi selama 5 hari saja. Dan pada kondisi kedua, Anda akan menanti-nanti orang yang Anda sayangi untuk pulang selama 15 hari tersebut bak menunggu bertahun-tahun.

Pernahkah merasakan hal seperti itu? Dalam kondisi seperti apa?

 

random thought! November 19, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 6:40 pm

This is very random, flashing on my mind.
We need competition; I couldn’t agree more, because we live in such a competitive world. If you don’t achieve this, this, and this, you’re a loser. But I don’t think we have to compete in every single aspects of our life. If you’re seeking for a good job, fast carreer promotion, better salary, or even better or probably the best outfit, I can understand. Sometimes we need that kind of achievements. One thing I don’t understand is why people tend to exaggerate something simple? What if I ask someone in his or her expertise to help me? What if I seek help from my friends or my friends of friends? What I think, I would do everything to make this thing better and I can’t do better than this if I don’t ask someone for help, someone in his or her expertise. I just can’t understand what you are thinking about. Is it my fault to seek others help or guidance?

Ps : since yesterday, i just can’t find the answer. maybe there is no answer, but i know more about personality, immature one.

 

LDK OSIS SMP ASISI 2009 November 18, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 3:57 pm

This event is held once in a year and for the last seven years I’ve been participating as one of the facilitators. What I enjoy the most is that actually I learned a lot from the junior high school students. Sometimes I forget how to think simple, sometimes I forget how to laugh for simple and childish jokes, sometimes I forget that I’ve been through what they’ve been through now, and it reminds me how difficult my years at junior high school.

My mind traveled back seven years ago, when I accepted the offer to be a facilitator. At that time, Jesaya, Dion, Adank, and me facilitate this leadership training for Galih, Clive, and Khesyia’s generation. What I remembered, their generation was the best for trustfall. *u guys have to be proud of it.

I dragged my mind back to this year’s training. I don’t realize why Jesaya pointed Khesyia and me to deliver crucial sessions until the end of the training. Jesaya and Adank told shocking news to every one of us at the end of the LDK that this year was the last training that they involved in. We know nothing about this; we never expect this would be happen anytime soon. Well actually both of them had told me personally about this possibility one or two years ago, but I don’t expect it would become a reality this fast.

Both of us, Khesyia and I were shocked a lot and so do the other facilitators and teachers. I was shocked because I know for sure the responsibility is in my hand, I questioned myself “can u do that?”. I can hardly talk, speechless for quite a moment. Khesyia was speechless and finally burst into tears. We felt quite a same feeling. Luckily soon enough, I realized that I have to stay strong (at least in front of Khes). Fyi Khes, after you went home, I keep on questioning myself “Are you ready? Can do make it without Jes and Adank?”. I needed several minutes alone to soothed my mind and finally I felt better. Thanks for reminding me that Jes and Adank were making their hard decision too, Guh.

As one of the facilitators, I learned from the very beginning how to facilitate. I owe many thanks to Jesaya Philip, David Adank, and Dion for taught me everything about LDK. Thanks for the opportunity to deliver a session even starting from a small part such as energizer, games, and assertive session. I still remember all of the participants named me as ‘kakak yang galak’, slightly remember I had to conduct ‘acting’ with Adank every year except this year. I also thank the teachers who have faith in me: Pak Edi, Bu Rati, Bu Vero, Bu Weni, Bu Merry, Pak Andre. Special thanks for this year’s LDK : Jesaya, Adank, Khesyia, Cresti, Rio and Clive. Without all of you guys, we can’t make good leadership training.

As I wrote this, I also want to ask for your help for the following leadership training to Khesyia, Cresti, Rio, Clive, Kevin, and probably several more people. I hope Jesaya, Adank, and Teguh will be my advisors.

Ps: for the participants of LDK OSIS 2009, thanks a lot for being such a nice students. I learned a lot from all of you.

 

Simfoni Hujan November 12, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 1:42 pm

Titik-titik airHujan itu dicintai sekaligus dibenci. Saat ini, saat hujan sedang turun membasahi bumi, aku mencintai hujan karena saat ini aku berada di rumah. Aku menikmati hujan dengan cara memandanginya dari jendela kamar, mencium bau tanah basah yang khas, mendengar setiap rintik hujan yang jatuh ke atap rumah. Sesekali aku mengulurkan tanganku keluar untuk merasakan rintik hujan yang jatuh ke tanganku atau tak sengaja rintik itu jatuh ke atas kepalaku.

Tak jauh dari rumahku, ada seorang teman yang berharap agar hujan segera reda. Dia terus memandangi langit di teras rumahnya. Lalu melalui kecanggihan teknologi kami berkomunikasi membahas tentang hujan, katanya, “Awannya masih banyak yang rendah. Artinya kemungkinan hujannya masih tinggi tapi karena sudah mulai pecah (awannya mulai pecah, -red) gak akan deras lagi. Kalaupun deras gak akan lama kecuali anginnya dari selatan ke utara. Awan gelapnya nyampe ke kita juga nanti. Mudah-mudahan enggak”.

Aku pun duduk termenung memandangi awan, mencoba mencari tanda-tanda awan yang sudah mulai pecah. Namun tak membuahkan hasil, hujan tetap membasahi bumi.

Ps : tulisan ini didedikasikan untuk buncit, si dukun cuaca. :D

12November2009 1:02:46pm

 

Nasi Rames November 12, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 1:40 pm

Berawal dari keinginan menjemput USB yang ada di Ibu Weni akhirnya berujung membawa pulang sebungkus nasi rames lengkap dengan kerupuknya. Memang dari rumah sudah bercita-cita membeli nasi rames itu sih.

Ada pepatah “don’t judge a book by its cover”, dengan pepatah yang direvisi “don’t judge the taste by its look”. Melihat foto diatas, nasi rames itu terkesan biasa-biasa saja kan? Tapi rasanya luar biasa nikmat (setidaknya buat diriku sendiri). Mungkin karena ada cerita di balik memakan nasi rames.

Jalan ke kantin ramai-ramai, makan nasi rames atau nasi goreng sambil bersenda gurau, keramahan si Ibu yang sabar meladeni permintaan kita yang kadang suka ajaib (contoh: jangan pake tempe nya bu atau sambel nya yang banyak ya bu), keramaian kantin pada saat istirahat, meja dan kursi kantin yang terlihat ala kadarnya. Tapi itu semua yang membuat nasi rames dan nasi goreng itu lebih nikmat.

Banyak hal yang terlupa dari masa-masa SMP itu, tapi beberapa kenangan masa-masa SMP masih teringat, dan yang teringat jelas adalah lezatnya nasi rames! (mungkin juga karena itu satu-satunya makanan berat di kantin SD2) Hahaha..

 

gudang, segudang vs. badut October 28, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 5:05 pm

Percakapan di sore hari dimana si A sedang menghadapi pekerjaan yang menumpuk sementara si B sedang menjadi badut.

A : kerjaan gw segudang nih!

B : gudang apa? Gudang korek api? Gudang kembang api? Atau gudang petasan?

A : tiga-tiganya

B : Kalo gudang tiga-tiganya, siap-siap meledak tapi jadinya bagus.. Kembang api nya keren-keren, petasannya seperti ungkapan kemenangan. Gak papa segudang sekarang, yang penting hasilnya sebagus kembang api dan ramai meneriakkan kesuksesan seperti petasan.

A : Tapi kalo petasannya mental salah arah gimana? Kena ke gw. Wew.. Gw nya yang meledak.

B : Kalo naro nya bener, gak akan mental ke arah yang salah.. Yang ngatur kan elu, jadi lu yang paling ngerti gimana ngatur si petasannya. Yang nyulut petasannya pake korek api kan juga elu..

A : tapi gw takut sama petasan, wekekekeke…

B : Ya gak usah dinyalain. Aturin aja yang bener biar yang nyalain orang lain ☺

A : Wekekekeke.. Iye iye..

 

I lift up my face because of this.. October 20, 2009

Filed under: The Untitled — 4ud1 @ 10:08 pm

Alter Bridge – “Watch Over You”

Leaves are on the ground

Fall has come

Blue skies turning grey

Like my love

I tried to carry you

And make you whole

But it was never enough

I must go

[Chorus:]

Who is gonna save you

When I’m gone?

And who’ll watch over you

When I’m gone?

You say you care for me

But hide it well

How can you love someone

And not yourself?

[Chorus]

And when I’m gone

Who will break your fall?

Who will you blame?

I can’t go on

And let you lose it all

It’s more than I can take

Who’ll ease your pain?

Ease your pain

[Chorus:]

Who is gonna save you when I’m gone?

Who’ll watch over you?

Who will give you strength when you’re not strong.

Who’ll watch over you when I’ve gone away?

Snow is on the ground

Winters come

You long to hear my voice

But I’m long gone

(more…)

 

Relativitas October 16, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 12:34 pm

Relativitas

Waktu

1 detik, 60 lalu menjadi 1 menit

1 menit, 60 lalu menjadi 1jam

1 jam, 24 lalu menjadi 1 hari

Jarum detik bergerak tak pernah lebih cepat maupun lebih lambat daripada biasanya. Yang membuat ia terlihat lebih cepat ataupun lebih lambat adalah perasaan.

Bosan membuat segalanya berjalan begitu lambat namun sebaliknya jarum itu seakan berlari menggunakan kecepatan cahaya saat segalanya baik dan menyenangkan.

Relativitas, relativitas yang dimulai dari perasaan kita. Detik jarum itu tak akan pernah berubah, konstan, dan selamanya akan seperti itu.

 

Dahaga. Haus. October 12, 2009

Filed under: Uncategorized — 4ud1 @ 9:12 pm

Dahaga. Haus.

Kerongkongan seolah tak berhenti meminta asupan air, bahkan pada saat kita sudah meminum jumlah air yang cukup. Meminum air dalam kuantitas yang cukup banyak biasanya tidak memungkinkan pada saat kita melakukan sebuah perjalanan jauh. Ada tips yang diberikan oleh seorang teman *thanks ncit*, begini tips nya :

Minum, tahan air di dalam rongga mulut sebentar agar seluruh rongga mulut basah, lalu teguk airnya sedikit demi sedikit supaya kerongkongan pun basah lalu ulangi berkali-kali.

Aku mencobanya, lalu minum beberapa teguk pun sepertinya sudah kembung. Cara ini biasanya dilakukan pada saat perjalanan jauh. Dahaga terpuaskan namun perjalanan tak terganggu oleh seringnya kita harus mencari kamar kecil.